Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Budhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu.
Hai sahabat, bagaimana kabarnya hari ini, semoga kita selalu diberi kesehatan dan selalu semangat ya. Perkenalkan saya Titin Subari, Sahabat Rumah Belajar Kepulauan Riau tahun 2022, Unit Kerja SMP Negeri 4 Dusun Kepulauan Anambas.
Saya ingin berbagi
pengalaman nih tentang perjalanan hari kesekian menuntaskan tugas akhir
Pembatik Level 4 yang luar biasa dan penuh tantangan.... yuk simak perjalanan
seru saya.
Kali ini saya ingin membagikan
pengalaman saya berbagi praktik baik dan berkolaborasi dengan guru-guru hebat
di SD Negeri 001 Tarempa. Sekolah ini merupakan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi dan Siswanya mewakili Provinsi Kepulauan Riau dalam lomba bertutur tingkat Nasional dan berhasil menduduki Peringkat 1 Nasional pada tahun 2020.
Perjalanan saya dimulai dari
sekolah saya di SMP Negeri 4 Dusun. Jadi paginya saya bertugas dulu di sekolah
saya lalu sekitar jam 12-an saya izin untuk berkunjung ke SD Negeri 001 Tarempa
untuk berbagi praktik baik pembelajaran inovatif menggunakan sumber belajar
yang telah saya lakukan di sekolah bersama siswa saya sebelumnya.
Perjalanan menghabiskan
waktu sekitar 20 menit menggunakan sepeda motor dengan medan yang lumayan curam
tetapi alhamdulillah jalannya mulus beraspal dengan cuaca yang hujan, tapi
untungnya baju hujan selalu tersimpan di jok motor saya he he he.
Ketika sampai di lokasi,
ternyata cuaca sangat cerah dan saya senyam senyum sendiri melihat reaksi warga
Tarempa yang saya lewati, keheranan dengan basah kuyupnya saya.
Kejadian seperti ini sering
terjadi selama perjalanan pulang kerja dari Dusun ke Tarempa. Jadi kadang di
tempat saya bekerja itu di desa pesisir timur hujan sangat lebat, eh tau-taunya
di tengah jalan berhenti dan jalan-jalan di Tarempa kering seolah tidak terkena
percikan air sama sekali, sehingga saya sering tertawa dalam hati dan berusaha
pede terhadap pandangan orang-orang di sekitar saya, he he he ….
Ketika sampai di lokasi
saya coba masuk ke bagian parkir ternyata dikunci kebetulan Pak Penjaga Sekolah
duduk-duduk di dalamnya, dimana masuknya bang? Ujar saya, "di
gerbang utama saja bu lewatnya" ucapnya. Lalu sayapun memutar arah menuju gerbang utama untuk masuk dan saya
langsung diarahkan oleh guru yang berada dipintu masuk agar ke Majelis Guru.
Seluk beluk sekolah ini gak
asing lagi bagi saya karena dulu saya bersekolah disini, bahkan ayah saya turut
andil dalam pembangunannya. Secara keseluruhan, bangunannya tetap sama, hanya
berbeda di peremajaan bagunan dan lapangan yang dulunya adalah pasir, sekarang
ditutupi semen.
Sesampainya saya dimajelis guru, saya bertemu dengan Ibu Kepala Sekolah dan memohon izin untuk berbagi praktik baik dan memberi gambaran umum, apa saya yang akan saya bagikan. Kepala Sekolah mengajak guru-guru hebatnya untuk berkumpul di ruangan kelas yang telah tersedia proyektornya.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh guru senior Ibu Aswati, lalu disambung oleh saya berbagi praktik baik pembelajaran inovatif memanfaatkan Rumah Belajar dan PMM.
Guru-guru begitu tertarik
terhadap Rumah Belajar dan membuka satu demi satu fitur-fitur yang ada di dalamnya
dan berbisik-bisik dengan teman di sebelahnya bahwa akan melaksanakan
pembelajaran menggunakan fitur-fitur
yang ada di Rumah Belajar.
Apalagi saat masuk pada materi pemanfaatan PMM, Kurikulum Merdeka menjadi daya tarik tersendiri bagi guru-guru disekolah ini. Mereka sangat penasaran dengan fitur pelatihan mandiri, yang di dalamnya terdapat materi rinci tentang Kurikulum Merdeka yang juga menjadi salah satu syarat agar terbentuknya komunitas belajar di suatu sekolah. Perlu diketahui bahwa SD Negeri 001 Tarempa terakrediatasi dengan nilai A, jadi jiwa kompetisi dan semangat belajar mereka tidak perlu diragukan lagi.
Sahabat, Sebagian guru belum mengenal Rumah Belajar apalagi fitur-fitur bermanfaat yang ada didalamnya bagi pembelajaran, sehingga mereka begitu perhatian ketika saya berbagi praktik baik, bahkan penasaran ingin mengeksplorasi lebih jauh isi dari fitur-fitur didalamnya yang berkenaan dengan mata pelajaran yang diampunya sehingga saya harus berkeliling mendampingi guru satu-persatu ketika mereka "tersesat" saat menyelami Rumah Belajar.
Perlu diketahui, Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan wadah teknologi yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membantu dan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar serta mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka.
Fitur-fitur yang terdapat didalamnya yaitu, Assesmen Murid, Perangkat Ajar, Pelatihan Mandiri, Komunitas, Bukti Karya dan Video Inspirasi.
Sementara Rumah Belajar adalah suatu layanan karya Pusdatin Kemdikbud yang dapat berguna bagi siswa, orangtua, dan guru dalam menciptakan proses belajar mengajar secara online. Guru-guru dapat menciptakan kegiatan pembelajaran daring yang menarik melalui website yang beralamat https://belajar.kemdikbud.go.id.
Fitur-fitur Utama Rumah Belajar Terdiri dari Sumber Belajar, Bank Soal, Laboratorium Maya dan Kelas Maya.
Sementara Fitur Pendukungnya ada Wahana Jelajah Angkasa, Edu Game, Peta Budaya, Buku Sekolah Elektronik, Blog Pena, Karya Bahasa dan Sastra dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
Kegiatan berakhir dan saya meminta Kepala Sekolah dan guru-guru hebat untuk berfoto bersama, tapi maaf, saya lupa mengajak peserta memfosekan tangan sebagai lambang rumah belajar ini akibat terlalu bahagia, jadi ga fokus. Waduh, maaf sekali lagi ya sahabat.
Setelah berfoto, saya diarahkan guru untuk keruangan Kepala Sekolah, niatnya sih tadi setelah bersalaman dan pamit dengan Kepala Sekolah dan Guru mau langsung pulang aja, rupanya didalam ruangan, saya disuguhi amplop. Kaget dan shock, karena niat awal saya hanya untuk berbagi dan tidak mengharapkan imbalan apapun, diberi ruang untuk berkolaborasi saja sudah Alhamdulillah, tadi disela-sela kegiatan juga udah disuguhi teh hangat dan kue.
Ditambah lagi amplop, jadi ga enak hati nih, gimana ya cara menolaknya, karena saya ingin menanamkan mindset bahwa berbagi dan berkolaborasi itu gratis, jika guru-guru butuh bantuan saya, saya akan siap membantu tanpa iming-iming apapun.
Awalnya saya menolak, tetapi
karena beliau bersikeras bahwa setiap kegiatan pelatihan guru telah dianggarkan
di dana BOS dan anggap saja sebagai dana transportasi saya ke sekolah ini, maka
dengan berat hati saya terima, tetapi saya berpesan, jika ibu butuh bantuan,
saya siap membantu gratis, he he he….
Dari kunjungan saya kali ini, saya mendapatkan pelajaran bahwa semangat belajar itu tumbuh di dalam diri. Jangan menjadikan faktor usia sebagai alasan untuk berhenti belajar. Karena lihatlah guru-guru senior yang ada di SD Negeri 001 Tarempa, meskipun mungkin daya tangkap mereka lebih lambat daripada anak muda tetapi keinginan mereka untuk terus belajar, bisa mengalahkan kebanyakan pemuda di zaman sekarang.
Selalu ingatlah sahabat, tidak ada anak yang tidak bisa belajar, tapi yang ada, guru yang tak pandai mengajar. Selalulah menginspirasi kami wahai guru-guru hebat, karena semangat guru-guru senior adalah motivator kami.
Terima Kasih kepada Kepala
SD Negeri 001 Tarempa yang telah memberi kesempatan berkolaborasi dengan
guru-guru hebatnya dan berbagi praktik baik model pembelajaran inovatif
memanfaatkan Fitur Rumah Belajar dan PMM. Semoga praktik baik yang saya bagikan
bermanfaat bagi saya dan teman-teman guru semuanya, Amin.
Sahabat, Perjalanan
menuntaskan tugas akhir Level 4 disekolah lainnya ga kalah seru lho, nantikan
cerita saya selanjutnya ya, tetap semangat, teruslah menjadi pembelajar sejati
dan ingat selalu untuk mendownload Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar
(PMM) di Playstore. Manfaatkan smartphone mu agar kamu menjadi smart.
Yuk, belajar dimana saja,
kapan saja dengan siapa saja. SEMANGAT!!
👉Daftar Hadir : https://s.id/1mf1b
👉 Vlog Perjalanan Berbagi : https://youtu.be/O-fTsdhTYFg
👉 Video Pembelajaran Inovatif : https://s.id/1mB5L


.jpeg)


Terus lanjutkan demi pendidikan yang lebih baik 👍
BalasHapus