Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Budhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu.
Hai Sahabat, bagaimana kabarnya hari ini, semoga kita selalu diberi kesehatan dan selalu semangat ya. Perkenalkan saya Titin Subari, Sahabat Rumah Belajar Kepulauan Riau tahun 2022, Unit Kerja SMP Negeri 4 Dusun Kepulauan Anambas.
Saya ingin berbagi pengalaman nih tentang perjalanan hari kesekian menuntaskan tugas akhir Pembatik Level 4 yang luar biasa dan penuh tantangan.... yuk simak perjalanan seru saya.
Kali ini saya ingin menceritakan perjalanan saya menuju sekolah berikutnya dan pengalaman saya berbagi praktik baik dan berkolaborasi dengan guru-guru hebat di SD Negeri 008 Harung Hijau Siantan Selatan.
Sahabat, desa Harung Hijau adalah daerah penghasil buah pala, Penduduk disini memproduksi sirup dan manisan buah pala yang rasanya. Nah, jika Sahabat berkesempatan datang ke Kepulauan Anambas, jangan lupa mampir kesini ya.😊
Perjalanan diawali dengan gerimis setelah selesai hujan lebat tadi pagi, dan saya memberanikan membawa sepeda motor sendiri, sisi kanan kiri sangat rindang bahkan sinar matahari sepertinya tidak sampai ke jalan sehingga jalan yang basah disirami hujan menjadi cenderung licin dan berlumut. Kondisi jalan umumnya beraspal dan mulus tetapi sekitar 500 meter ke tujuan, jalan dengan batu kerikil besar berlapis sedikit aspal menyambut saya, saya kuatir ban sepeda motor saya akan meletus (ban tubless) dan sempat bicara dalam hati "wanita hamil yg kandungannya ga kuat, aman ga ya?".
Saya tidak tahu lokasi sekolah ini, karena kuatir kebablasan, saya mencari penduduk sekitar yang saya temui dijalan, seorang bapak yang sepertinya baru pulang menjemput anaknya pulang sekolah, beliau mengatakan bahwa beberapa meter lagi akan terlihat plang sekolahnya bu. Sayapun pamit dan kebingungan mencari parkiran motor karena didepan plang sekolah ditimbuni pasir untuk pembangunan sekolah ini, ternyata parkirnya berada digang yang agak curam, dan untungnya ada satu slot sepeda motor yang kosong, dan saya langsung menyesuaikan posisi sepeda motor saya.
Kemudian sampailah saya ke Majelis Guru Dan disambut oleh Ibu Kepala Sekolah, dan berkenalan dengan 14 guru-guru hebat disana. Ketika ruangan telah siap dipakai dan guru-guru yang tidak mengajar dikelas berkumpul, sementara guru yang mengajar, tetap melanjutkan aktifitasnya.
Sebagian guru belum pernah mendengar Rumah Belajar dan mengeksplorasi PMM. Jadi, ketika saya berbagi praktik baik pembelajaran inovatif memanfaatkan Sumber Belajar dan PMM, mereka senang sekali. Ternyata ada media pembelajaran yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dengan media yang menyenangkan murid. Sempat terdengar mereka berbisik-bisik akan menggunakan Sumber Belajar dikelas.
Fitur-fitur yang terdapat didalamnya yaitu, Assesmen Murid, Perangkat Ajar, Pelatihan Mandiri, Komunitas, Bukti Karya dan Video Inspirasi.
Sementara Rumah Belajar adalah suatu layanan karya Pusdatin Kemdikbud yang dapat berguna bagi siswa, orangtua, dan guru dalam menciptakan proses belajar mengajar secara online. Guru-guru dapat menciptakan kegiatan pembelajaran daring yang menarik melalui website yang beralamat https://belajar.kemdikbud.go.id.
Fitur-fitur Utama Rumah Belajar Terdiri dari Sumber Belajar, Bank Soal, Laboratorium Maya dan Kelas Maya.
Sementara Fitur Pendukungnya ada Wahana Jelajah Angkasa, Edu Game, Peta Budaya, Buku Sekolah Elektronik, Blog Pena, Karya Bahasa dan Sastra dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
Kepuasan terpancar pada wajah-wajah guru hebat ini saat menyelami lebih jauh isi dari fitur-fitur Rumah Belajar, terutama yang berkaitan kelas yang diampunya, sehingga mengharuskan saya berkeliling mendampingi guru yang memerlukan bantuan.
Ketika saya sedang berbagi pemanfaatan PMM, listrik mati, keasyikan kami berselancarpun terhenti, karena wifi sekolah tidak dapat digunakan. Mereka tampak kecewa, tapi saya menyarankan agar bapak ibu guru mengikuti pelatihan mandiri di PMM dengan cara menyicil dan konsisten memanfaatkan waktu luang yang ada agar mudah menyerap materi dan tidak merasa terbebani karena setiap bulan, topik pelatihan akan bertambah.
Terlebih lagi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kepulauan Anambas, Bapak Tony Karnain, Ph.D. menginginkan bahwa seluruh sekolah dibawah naungannya mengadopsi Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2023/2024 ini.
Listrik mati menandakan saya harus undur diri, saya meminta maaf apabila tidak dapat berbagi dengan maksimal. Saya membuka diri apabila SD Negeri 008 Harung Hijau butuh bantuan, InsyaAllah saya akan datang.
Pelajaran yang saya petik kali ini yaitu jangan biarkan keterbatasan kita menghambat potensi yang ada dalam diri, manfaatkan fasilitas dan waktu luang untuk meningkatkan diri sebagai pendidik. Teruslah belajar, didiklah murid sesuai dengan keadaan alam dan zamannya. Pastikan murid merdeka belajar sebagaimana bapak ibu guru merasa merdeka saat mengajar.
Terima Kasih kepada Kepala SD Negeri 008 Harung Hijau yang telah memberi kesempatan berkolaborasi dengan guru-guru hebatnya dan berbagi praktik baik model pembelajaran inovatif memanfaatkan Fitur Rumah Belajar dan PMM. Semoga praktik baik yang saya bagikan bermanfaat bagi saya , teman-teman guru dan khususnya bagi anak didik kita, Amin.
Sahabat, Perjalanan menuntaskan tugas akhir Level 4 disekolah lainnya ga kalah seru lho, nantikan cerita saya selanjutnya ya, tetap semangat, teruslah menjadi pembelajar sejati dan ingat selalu untuk mendownload Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di Playstore. Manfaatkan smartphone mu agar kamu menjadi smart.
Yuk, belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja. SEMANGAT!!





.jpeg)


mantapp Bu Titin terus lah berkarya dan semangat
BalasHapusLuar biasa bisa menjadi inspirasi untuk setiap wanita,semangat dan terus berkarya buk menjadi inspirasi setiap perempuan.
BalasHapusSuper sekali
BalasHapus