Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Budhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu.
Hai sahabat, bagaimana kabarnya hari ini, semoga kita selalu diberi kesehatan dan selalu semangat ya.
Perkenalkan nama saya Titin subari Saya bekerja di SMP Negeri 4 Dusun Kabupaten Kepulauan Anambas. Peserta PembaTIK 2022 level 4 yang diselenggarakan oleh Pusdatin Kemdikbudristek yang berasal dari Kepulauan Riau. yang sekarang boleh dikenal dengan Sahabat Rumah Belajar tahun 2022.
Saya juga makin semangat loh semenjak masuk level 4 ini, tugas
akhirnya luar biasa.... menguras tenaga, pikiran dan waktu. kalo ga pandai
mengatur waktu, bisa drop dan pertanda nggak bakalan selesai
nih tugas he he he....
kali ini saya ingin menceritakan betapa excited nya saya bisa masuk 30 besar level ini. yuuuuk kita simak.
Bener deh, nggak nyangka bisa sejauh ini. Sebelumnya sih nggak
percaya diri karena mengingat umur yang sudah tidak muda lagi dan membayangkan
bahwa saya tinggal di sebuah pulau yang jauh dari ibu kota Provinsi harus
bersaing dengan anak muda milenial yang kesehariannya bergelut dengan
teknologi, berada di kota besar dengan akses internet yang lancar dan peluang
untuk mengupdate perangkat digital yang tak terbendung perkembangannya.
Yaaaay, Alhamdulillah, akhirnya saya berhasil menuju level 4.
awalnya saya nggak menyangka bisa masuk di level ini sekaligus sedih
karena saya sudah mengeluarkan berbagai jurus agar lulus ke level 4.
apalagi mendengar informasi bahwa bisa jadi sih kita lulus di level 3 tetapi
belum tentu bisa masuk ke level 4 karena hanya akan diambil 30 besar se
provinsi Kepulauan Riau.
Apalagi di grup telegram nasional peserta pada heboh dan sibuk
membahas tentang lulus nya mereka di level 4, ada yang sedih, ada yang
sudah berkali-kali mengikuti pembatik tetapi masih gagal mencapai ke level 4.
Mendengar hal itu nyali saya semakin kecut dan mulai pasrah tetapi masih
berharap semoga dengan usaha maksimal saya, saya mampu masuk 30 besar di
provinsi Kepri.
Sejak itu saya sering membuka LMS Simpatik untuk memeriksa apakah
saya termasuk peserta yang beruntung berhasil naik level 4 atau hanya lulus di
level 3 saja.
Dalam sehari, seperti orang sakit yang mengonsumsi obat dokter,
sekitar 3 atau 4 kali saya membuka LMS Simpatik dan berharap di laman pelatihan
saya berubah menjadi peserta level 4 tapi setelah ditunggu sehari dua hari
ternyata belum muncul juga. Tegang? ya jelas, sedih? apa lagi, Pasti!
Hal ini saya keluhkan kepada suami saya karena rasanya usaha
maksimal sudah saya berikan agar saya lolos di level 4 ini. Ada timbul rasa
kecewa pada diri sendiri karena tidak masuk kategori 30 besar provinsi Kepri
saat menunjukkan ke suami LMS Simpatik yang belum muncul terdaftar sebagai
peserta di level 4.
Menilik perjalanan beberapa bulan kebelakang, berawal dari level 1,
literasi TIK yang bikin saya deg-degan saat mengerjakan post testnya. lanjut ke
tugas akhir level 2 yang bisa kamu lihat disini https://youtu.be/Ed8uGkhrhsQ dan tugas akhir level 3 yang bisa kamu lihat disini https://youtu.be/hZP2QNHhw9g serta post test nya yang menguras energi karena harus belajar
mengedit video, apalagi tugas akhir level 4 yang bikin makan tak kenyang tidur
tak lena, bahas soal dari selesai sholat subuh hingga selesai isya di hari
terakhir agar mendapat nilai sempurna post test nya. pokoknya berdarah-darah
deh. he he he ....
Untuk menghibur diri, saya mengajak suami makan mie ayam di Jalan
Selayang Pandang Tarempa, menceritakan perjalanan saya yang pagi, siang, malam
membuat media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline, buka
modul, buka youtube, cari tutorial dan aset sana sini sehingga suami dan anak
protes karena dicuekin istri dan emaknya selama berminggu-minggu.😂
Sempat berfikir, klo ga lulus juga ga pa pa lah, yang penting
ilmunya dapet dan bermanfaat bagi saya dan orang sekitar. Mungkin belum rezeki,
dan keluarlah petuah-petuah berharga untuk menghibur diri sendiri. hi hi hi....
Di perjalanan pulang, saya mengajak suami berkeliling sebentar menikmati suasana malam hari kota Tarempa, ketika dibonceng suami, iseng-iseng membuka WA ahhh. Kuaget, ternyata saya ditambahkan ke grupwhatsApp Pembatik level 4 Kepri. Sontak saya memeluk erat suami yang masih terheran-heran mengapa istrinya model gini. he he he....
Dengan mata berkaca-kaca, saya
berterimakasih pada suami karena masih mau bersabar dengan kelakuan bininya
selama ini dan merasa bangga karena ga menyangka bisa menjalani pelatihan yang
luar biasa sejauh ini.
Kemudian saya teringat, LMS, harus diperiksa nih, jangan-jangan
admin salah masukin saya ke grup. waduh gawat nih plus malu-maluin, he he
he... ternyata di LMS belum muncul, mulai deh.... hati mulai gelisah, ayo
dong LMS Level 4 tampakkan dirimu.
Dua hari
kemudian, yaaaaay, LMS level 4 muncul. Alhamdulillah. Perdana mengikuti
Pembatik dan masuk 30 besar. Terimakasih diri ini sudah berusaha sejauh ini,
suami, anak ku sayang dan Pusdatin serta DRB hebat yang telah memfasilitasi,
sehingga diri ini mampu menguasai perangkat digital yang belum pernah
terbayangkan sebelumnya.
Sahabat, Perjalanan Level 4 ga kalah seru lho
dengan level-level sebelumnya, nantikan cerita saya selanjutnya ya, tetap
semangat, teruslah menjadi pembelajar sejati dan ingat selalu untuk mendownload
Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di Playstore. Manfaatkan
smartphone mu agar kamu menjadi smart.
Yuk, belajar dimana saja, kapan saja dengan
siapa saja. SEMANGAT!!



👍🏽
BalasHapusSemngat terus ya
BalasHapus