Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Budhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu.
Hai Sahabat, bagaimana kabarnya hari ini, semoga kita selalu diberi kesehatan dan selalu semangat ya. Perkenalkan saya Titin Subari, Sahabat Rumah Belajar Kepulauan Riau tahun 2022, Unit Kerja SMP Negeri 4 Dusun Kepulauan Anambas.
Saya ingin berbagi pengalaman nih tentang perjalanan hari kesekian menuntaskan tugas akhir Pembatik Level 4 yang luar biasa dan penuh tantangan.... yuk simak perjalanan seru saya.
Kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya berbagi praktik baik dan berkolaborasi dengan guru-guru hebat di SD Negeri 008 dan SMP Negeri 2 Batu Belah.
Perjalanan menuju pulau batu belah memakan waktu kurang lebih 1 jam, perjalanan saya awali menuju sekolah saya, SMP Negeri 4 Dusun untuk menyapa warga sekolah yang sudah datang, tak lupa saya membeli lontong sayur kesukaan saya dan menikmatinya, lalu melanjutkan perjalanan ke pelabuhan desa Temburun, menunggu roro disana untuk menyebrang ke desa Batu Belah.
Pulau Batu Belah adalah tanah kelahiran saya. Ayah saya asli penduduk disana dan karena saya cucu pertama, maka saya dibesarkan dirumah nenek dan keluarga. Saat masuk usia sekolah, keluarga kami menetap di Tarempa dan seminggu sekali kami menjenguk nenek disana.
Sahabat, desa Batu Belah adalah daerah penghasil cumi, Penduduk disini memproduksi cumi kering yang prosesnya cumi direbus terlebih dahulu dan dijemur. Jika panen berlimpah, Sahabat akan melihat jemuran cumi yang bersusun disepanjang jalan umum desa ini. Nah, jika Sahabat berkesempatan datang ke Kepulauan Anambas, jangan lupa mampir kesini ya.😊
Sekitar 20 menit menunggu, saya memasukkan sepeda motor kedalam roro, ternyata hanya 2 penumpang saja yang berangkat yaitu saya dan seorang guru yang mengajar disana. Sekitar jam 07.30 pagi roro lepas tali dan menuju pulau Batu Belah. Karena Perjalanan ditempuh sekitar 20 menit dan gelombang laut tenang. Sepanjang perjalanan, saya menikmati indahnya karang laut dan birunya laut sehingga tak terasa kami telah sampai di pelabuhan Batu Belah. Oh iya, Roro adalah transportasi utama lho untuk menyebrang ke desa temburun dan Roro ini adalah Bumdes aliash Badan Usaha Milik Desa lho... Mantapkan desa Batu Belah he he he....
Sesampainya saya disana, saya tidak langsung ke sekolah yang dituju, tetapi saya ingin mampir ke rumah nenek yang sekarang didiami oleh bibi, diperjalanan saya singgah membeli buah tangan untuk mereka sekedar mengucap salam.
Setelah bercengkrama, saya pamit ke SMPN 2 Batu Belah dan bertemu Kepala Sekolah, lalu menjelaskan kembali niat saya datang kesini, bersilaturahim dan mengajak guru-guru untuk berfoto. Guru-guru SMPN 2 Batu belah masih masuk kelas dan Kepala Sekolah menyampaikan akan mengikuti kegiatan setelah masuk istirahat pertama.
Lalu saya melanjutkan perjalanan ke SDN 005 Batu Belah, dimana lokasi kegiatan diadakan, memang sebelumnya kedua Kepala Sekolah tersebut telah berembuk untuk menyatukan kegiatan mengingat jumlah guru mereka sedikit dan agar tidak terlalu merepotkan saya berulang kali menyampaikan materi.
Sesampainya saya disana, saya disambut oleh Kepala Sekolah dan diajak ke ruangan, sontak saya terkejut, sampai sebegininya saya disambut, bagaimana tidak, saya jadi merasa seperti seorang narasumber hebat yang datang dari jauh. Setiap kursi peserta disiapkan kue kotak dan meja didepannya disediakan beraneka kue dan minuman.
Sahabat, di sekolah ini, guru belum mengenal yang namanya Rumah Belajar apalagi fitur-fitur bermanfaat yang ada didalamnya bagi pembelajaran, sehingga mereka begitu perhatian ketika saya berbagi praktik baik, bahkan penasaran ingin mengeksplorasi lebih jauh isi dari fitur-fitur didalamnya. Lihatlah posisi nyaman mereka yang sedang melantai saat mengeksplorasi rumah belajar, he he he ....
Perlu diketahui sahabat, Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan wadah teknologi yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membantu dan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar serta mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka.
Fitur-fitur yang terdapat didalamnya yaitu, Assesmen Murid, Perangkat Ajar, Pelatihan Mandiri, Komunitas, Bukti Karya dan Video Inspirasi.
Sementara Rumah Belajar adalah suatu layanan karya Pusdatin Kemdikbud yang dapat berguna bagi siswa, orangtua, dan guru dalam menciptakan proses belajar mengajar secara online. Guru-guru dapat menciptakan kegiatan pembelajaran daring yang menarik melalui website yang beralamat https://belajar.kemdikbud.go.id.
Fitur-fitur Utama Rumah Belajar Terdiri dari Sumber Belajar, Bank Soal, Laboratorium Maya dan Kelas Maya.
Sementara Fitur Pendukungnya ada Wahana Jelajah Angkasa, Edu Game, Peta Budaya, Buku Sekolah Elektronik, Blog Pena, Karya Bahasa dan Sastra dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
Terlebih lagi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kepulauan Anambas, Bapak Tony Karnain, Ph.D. menginginkan bahwa seluruh sekolah dibawah naungannya mengadopsi Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2023/2024 ini.
Disela-sela pendampingan, saya dibisikkan oleh seorang guru agar segera memasukkan sepeda motor ke roro karena roro jam 13.00 wib nanti akan dipenuhi oleh para penonton sepak bola akan mendukung tim Batu Belah melawan Tim Dusun dan otomatis saya tidak akan bisa pulang. Sebenarnya saya berencana akan pulang pada roro terakhir pada hari itu untuk mengunjungi keluarga yang lain, tetapi saya mendapat undangan rapat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terkait pembentukan tim sekolah bebas tindak kekerasan pada jam 13.00 wib.
Tak terasa sesi berakhir setelah kami berkolaborasi sekitar 2,5 jam, semangat dan antusias mereka sungguh luar biasa dan teakhir saya mengajak Kepala Sekolah dan guru-guru hebat SDN 005 Batu Belah untuk berfoto bersama.
Sahabat, ari kunjungan saya kali ini, saya mendapatkan pelajaran bahwa sesungguhnya guru-guru hebat ini haus ilmu, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus dicari dan mencari kemana, itulah mengapa PMM dan Sumber Belajar hadir ditengah-tengah kita, agar kita bisa mengambil ilmu kapanpun saja, dimana saja dan dengan siapa saja baik muda ataupun tua. Ingatlah, Guru bukan satu-satunya sumber belajar bagi murid, ada banyak referensi di internet dari yang menguntungkan hingga merugikan. Untuk itu, Sebagai pendidik, kita harus mengikuti perubahan zaman agar mampu menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid yang sesuai dengan kodrat dan zamannya.
Terima Kasih kepada Kepala SMP Negeri 2 Batu Belah dan SD Negeri 005 Batu Belah yang telah memberi kesempatan berkolaborasi dengan guru-guru hebatnya dan berbagi praktik baik model pembelajaran inovatif memanfaatkan Fitur Rumah Belajar dan PMM. Semoga praktik baik yang saya bagikan bermanfaat bagi saya , teman-teman guru dan khususnya bagi anak didik kita, Amin.
Sebelum menutup cerita ini, lihatlah Sahabat, betapa padatnya Roro yang saya tumpangi saat perjalanan pulang, semangat penduduk Batu Belah gak mau kalah dengan para guru hebat disana.😊
Sahabat, Perjalanan menuntaskan tugas akhir Level 4 disekolah lainnya ga kalah seru lho, nantikan cerita saya selanjutnya ya, tetap semangat, teruslah menjadi pembelajar sejati dan ingat selalu untuk mendownload Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di Playstore. Manfaatkan smartphone mu agar kamu menjadi smart.
Yuk, belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja. SEMANGAT!!













Terimakasih sudah berkomentar.
BalasHapusMantappp, teruslah berjuang dan berkarya ke pulau anambas yang belum terjamah demi pendidikan anak anak di masa depan guna membangun anambas yang lebih baik 👍🏽
BalasHapus