Senin, 24 Oktober 2022

Akibat Tak Kenal Tetangga Sendiri, Jadi lah Begini.... #BerbagiPraktikBaikdanBerkolaborasi


Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh 

Salam sejahtera bagi kita semua, 

Om Swastiastu, 

Namo Budhaya, 

Salam Kebajikan, 

Rahayu.

Hai sahabat, bagaimana kabarnya hari ini, semoga kita selalu diberi kesehatan dan selalu semangat ya. Perkenalkan saya Titin Subari, Sahabat Rumah Belajar Kepulauan Riau tahun 2022, Unit Kerja SD Negeri 008 Dusun Desa Pesisir Timur Kepulauan Anambas.

Saya ingin berbagi pengalaman nih tentang perjalanan hari kesekian menuntaskan tugas akhir Pembatik Level 4 yang luar biasa dan penuh tantangan.... yuk simak perjalanan seru saya.

Hari ini saya senang sekali karena dapat berkunjung di sekolah tetangga saya di SD Negeri 008 Dusun. walaupun dekat tetapi kesempatan bersilaturahmi dengan para guru hebat disana sangatlah jarang. Nah... di momen ini adalah kesempatan saya untuk mengenal lebih dekat dengan tetangga sekolah saya ini. 

Sahabat, desa Pesisir Timur adalah daerah penghasil ikan teri, Penduduk disini  memproduksi ikan teri kering yang prosesnya ikan teri direbus terlebih dahulu dan dijemur. Jika panen berlimpah, Sahabat akan melihat jemuran ikan teri yang bersusun disepanjang jalan umum desa ini. Nah, jika Sahabat berkesempatan datang ke Kepulauan Anambas, jangan lupa mampir kesini ya.😊

Ketika saya masuk ke sekolah, saya disambut oleh seorang penjaga sekolah yang sedang membersihkan tempat parkir, lalu saya diarahkan ke kepala sekolah yang sedang bergotong-royong, bersih-bersih, menanam sayur mayur, dengan sebagian guru dan tendik untuk kegiatan Adiwiyata. Daun seledrinya, luar biasa subur sahabat😊 

Sebelumnya, ketika saya menghubungi Kepala Sekolah untuk menentukan jadwal dan waktu yang sesuai untuk berbagi praktik baik. Karena beliau akan mengadakan kegiatan lain pada hari dan waktu yang sama dan agar saya tidak kecewa, beliau dengan kebijaksanaannya menyarankan untuk membagi dua kegiatan pada hari tersebut yaitu sebagian guru dan tendik bercocok tanam dan membersihkan lingkungan sekolah sebagai pelaksanaan kegiatan Adiwiyata dan sebagian guru lainnya mengikuti kegiatan berbagi praktik baik dengan saya di majelis guru. 

Kepala Sekolah juga menyampaikan apabila guru sudah selesai melaksanakan kegiatan Adiwiyata maka mereka akan bergabung dengan kami di ruangan Majelis Guru.

Sahabat, ketika saya memasuki ruangan dan berkenalan dengan para guru yang ada disana tiba-tiba mati lampu, “waduh gimana nih, kayaknya harus muter otak nih agar kedatanganku ga sia-sia” dalam hati, triiiing muncullah ide cemerlang untuk menumpuk buku dan map diatas meja disamping meja guru dan meletakkan laptop diatasnya agar mereka bisa fokus menonton sekilas video pembelajaran inovatif yang saya lakukan dikelas dan telah saya upload di youtube dengan menggunakan beberapa fitur rumah belajar. 

Saya minta izin untuk menggunakan buku, map dan meja mendukung rencana saya, dan Alhamdulillah, mereka sangat terbuka dan bahkan secara reflek bergerak dan membantu agar posisi laptop yang berada diatas buku dan map yang telah tersusun settled jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, he he he.... 

Guru yang duduknya agak jauh, dengan inisiatif sendiri mengubah tempat duduk mereka searah dengan laptop saya walaupun terlihat kecil tetapi mereka bersemangat untuk belajar. Ketika saya menyampaikan bahwa saat mengajar, saya memanfaatkan fitur sumber belajar agar siswa mengeksplorasi lebih jauh materi yang saya sampaikan, lalu begitu juga dengan fitur bank soal yang saya gunakan pada saat asesmen.  


Perlu diketahui sahabat, Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan wadah teknologi yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membantu dan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar serta mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka.

Fitur-fitur yang terdapat didalamnya yaitu, Assesmen Murid, Perangkat Ajar, Pelatihan Mandiri, Komunitas, Bukti Karya dan Video Inspirasi.

Sementara Rumah Belajar adalah suatu layanan karya Pusdatin Kemdikbud yang dapat berguna bagi siswa, orangtua, dan guru dalam menciptakan proses belajar mengajar secara online. Guru-guru dapat menciptakan kegiatan pembelajaran daring yang menarik melalui website yang beralamat https://belajar.kemdikbud.go.id.

Fitur-fitur Utama Rumah Belajar Terdiri dari Sumber Belajar, Bank Soal, Laboratorium Maya dan Kelas Maya.

Sementara Fitur Pendukungnya ada Wahana Jelajah Angkasa, Edu Game, Peta Budaya, Buku Sekolah Elektronik, Blog Pena, Karya Bahasa dan Sastra dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Untungnya sahabat, jaringan internet dari Telkomsel baik, sementara disekolah kami malah ga kebagian, saya malah harus duduk diatas batu disamping sekolah, dengan laptop dipangkuan jika ingin mencari jaringan internet. he he he... jadi sebagian guru menggunakan paket data, sementara guru yang hanya bergantung dengan wifi sekolah, meminta tethering kepada guru lain agar bisa melihat tutorial bagaimana mengakses fitur-fitur yang ada di Rumah Belajar. 

Karena mereka menggunakan HP, otomatis saya harus berkeliling ke setiap guru untuk mendampingi disaat mereka kesulitan mengakses fitur yang ada dirumah belajar. Disela-sela berbagi praktik baik, datanglah snack beraneka ragam sebagai pengisi perut saya, he he he....

Saya menawarkan mereka untuk membuat kelas maya, mendaftarkan sekolah ini sebagai sekolah penyelenggara, tetapi mereka agak kesulitan mengisi data yang banyak, apalagi NUPTK tidak terbaca saat guru mendaftar sebagai guru di kelas maya.  

Sahabat, ditengah keasyikan saya bercengkrama dengan teman-teman guru hebat ini, Alhamdulillah lampu menyala kembali, kami tertawa senang dan guru-guru sibuk menutup jendela dan menghidupkan AC dan mereka meminta saya untuk mengulang cara mengakses fitur-fitur yang ada di Rumah Belajar. Ketika masuk materi bank soal, guru sangat antusias karena isi dan tampilan soalnya mirip seperti ANBK dan bergumam akan memanfaatkannya saat pembelajaran dan berharap anak merasa senang dengan tugas yang diberikan.

Mengutip pesan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mengharapkan seluruh sekolah yang ada di kepulauan Anambas aagar mengimplementasikan Kurikulum merdeka pada tahun pelajaran 2023/2024, maka saya mengenalkan Platform Merdeka Mengajar.  Fitur yang paling membuat mereka penasaran adalah pelatihan mandiri. Karena merupakan prasyarat dalam membentuk komunitas belajar.

Sahabat, diakhir sesi, secara mengejutkan datanglah seorang guru membawa sekantong bakso dan cekong yang dibagikan kesemua orang yang ada diruangan ini. wah, waktunya makan siang nih, he he he. Tapi sayang, saking senangnya, saya sampai lupa foto bersama. hi hi hi.... 

Terima Kasih kepada Kepala SD Negeri 008 Dusun yang telah memberi kesempatan berkolaborasi dengan guru-guru hebatnya dan berbagi praktik baik model pembelajaran inovatif memanfaatkan Fitur Rumah Belajar dan PMM. Semoga praktik baik yang saya bagikan bermanfaat bagi saya dan teman-teman guru semuanya, Amin.

Sahabat, Perjalanan menuntaskan tugas akhir Level 4 disekolah lainnya ga kalah seru lho, nantikan cerita saya selanjutnya ya, tetap semangat, teruslah menjadi pembelajar sejati dan ingat selalu untuk mendownload Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di Playstore. Manfaatkan smartphone mu agar kamu menjadi smart.

Yuk, belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja. SEMANGAT!!

 


👉Daftar Hadir : https://s.id/1mcAZ

👉 Vlog Perjalanan Berbagi : https://youtu.be/O-fTsdhTYFg

👉 Video Pembelajaran Inovatif : https://s.id/1mB5L

#PusdatinKemendikbudristek 
#MerdekaBelajar 
#PembaTIK2022
#DutaTeknologiKemendikbudristek 
#RumahBelajar2022  
#PlatformMerdekaMengajar 
#BerbagiTIK

1 komentar:

Terimakasih sudah berkomentar