Perkembangan zaman yang berbasis Teknologi dan Informasi berkembang pesat akhir-akhir ini. Teknologi telah menjadi teman dalam keseharian murid. Waktu dan perhatian yang mereka habiskan dengan teknologi lebih besar dibandingkan bersekolah dan berinteraksi dengan keluarga dan teman.
Hal ini menyebabkan ketidaktertarikan murid dalam pembelajaran ketika guru mengajar tanpa memperhatikan kebutuhan murid. Murid yang terbiasa bergelut dengan teknologi disuguhkan dengan model pembelajaran kuno yang sama seperti guru tersebut menjadi seorang murid pada zamannya, tentu akan muncul masalah dalam belajar, bentuk masalah yang biasa terjadi seperti siswa tertidur, merasa bosan sehingga mengganggu teman dan mencari aktivitas menarik lainnya. Karena menurut penelitian, kehidupan murid zaman sekarang tidak dapat dipisahkan dari game dan media sosialnya.
Fenomena ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi guru, agar mampu bersaing dengan teknologi untuk menarik perhatian murid untuk belajar. Itulah mengapa pentingnya mengolaborasikan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Selain murid telah mahir menggunakan perangkat TIK, guru harus mampu membuat dan mengadopsi berbagai model dan media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif.
Melihat kondisi ini, maka hadirlah berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan kompetensi guru yang salah satunya PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK).
Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Ir. Suharti, M.A., Ph.D., memberikan sambutan di hadapan peserta PembaTIK Level 4 2022
Pusdatin telah melaksanakan program ini sejak Tahun 2017. Dan di tahun 2022 ini saya baru mendapatkan informasi tentang pelatihan ini setelah 4 tahun berjalan, Program PembaTIK dimulai pada bulan Juni diikuti oleh 29.539 guru yang telah mengikuti seleksi secara berjenjang dimulai dari:
Level 1: Literasi,
Level 2: Implementasi,
Level 3: Kreasi,
Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi.
Pada proses level 1 sampai dengan level 4, terseleksilah 30 Sahabat Rumah Belajar pada setiap provinsi di Indonesia. Tetapi ada juga provinsi yang memang tidak mencapai 30 orang karena jumlah guru yang lolos per-tahap dari penyeleksian yang dilaksanakan oleh Pusdatin Kemendikbudristek tidak mencukupi.
Sahabat, Sebagai pembuka kegiatan level 4, Pusdatin menyajikan dua sesi kuliah umum yang memberi tips dan trik bagaimana mempersiapkan para SRB dalam melakukan diseminasi pada murid dan pendidik yang ada disekitarnya baik secara daring maupun luring yang bertujuan untuk berkolaborasi dan bertransformasi menumbuhkan ekosistem digital menuju merdeka belajar.
Dr. M. Hasan Chabibie, Kapusdatin Kemendikbudristek
Di dalam pembekalan tersebut peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang berkompeten dalam bidang TIK yakni:
1. Materi tentang Kolaborasi dan Transformasi Guru dalam Ekosistem Digital yang disampaikan oleh Eko Indrajit;
2. Materi Komunitas Belajar dan Pelatihan Mandiri oleh Hairun Nissa;
3. Materi Platform Teknologi Kemendikbudristek oleh Wibowo Mukti; dan
4. Materi Public Speaking oleh Nino Budiyanto.
PembaTIK adalah salah satu solusi bagi guru untuk mengasah kompetensinya dalam menyajikan pembelajaran menarik berbasis TIK. Yuk Sahabat, nantikan PembaTIK tahun 2023. Tanamkan dalam hati bahwa guru bukan satu-satunya sumber ilmu, ada banyak sumber belajar diluar sana, pastikan guru mampu memenuhi setiap kebutuhan dasar murid dengan melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid hingga tercipta merdeka belajar dan jadilah pembelajar sepanjang hayat agar tidak tenggelam oleh zaman.
#PusdatinKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2022
#DutaTeknologiKemendikbudristek
#RumahBelajar2022
#PlatformMerdekaMengajar
#BerbagiTIK


